Memberi La'othéng Menambah Pahala di Bulan Sya'ban

Banyak Cara yang dilakukan untuk mengisi Malam Nisfu Sya’ban. Ada yang berpuasa pada siang harinya, ada yang memperbanyak shalat sunah, dan ada pula yang memperbanyak shadaqah. Di Desa Branta Pesisir, Kabupaten Pamekasan, ada tradisi yang selalu dilakukan saat Malam Nisfu Sya’ban. Acara tahunan ini biasa dilakukan pada pertengahan Bulan Sya’ban selama dua Hari. Tradisi ini disebut dengan Sya’banan (Sya’bhânan, Dalam Bahasa Madura)
Pada saat Sya’banan ini biasanya orang yang lebih tua yang sudah memiliki pekerjaan memberikan Angpao, masyarakat sekitar menyebutnya dengan La’othéng, kepada anak-anak dan keluarganya yang yang masih anak-anak. La’othēng tersebut biasanya dipakai untuk membeli mainan yang dijual oleh pedagang yang berdagang di jalanan desa saat perayaan ini. Layaknya pasar malam ada berbagai macam permainan dan mainan yang bisa dibeli dengan angpao yang telah dibelikan. Seleain itu biasanya anak-anak yang terbilang mampu dalam hal materi akan memakai baju baru selama perayaan ini.
Untuk tahun ini Sya’banan dilaksanakan pada Hari Minggu (29/4) dan Hari Senin (30/4). Tidak ada hal yang berbeda dari sya’banan sebelum-sebelumnya. Masih tetap sama diisi dengan memberi La’othēng, Pasar Malam Sya’ban, dan Memakai Baju baru bagi mereka yang mampu. Tradisi dari suatu daerah seperti Sya’banan ini harus tetap dilestarikan agar tak tergerus oleh modernitas dan globalisasi yang semakin meraja-rela agar kita bisa terus merayakan suatu tradisi tersebut bersama anak cucu di masa yang akan datang. (BUT)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Peran Dan Fungsi PR

History Of ST12

Tugas PR